27 dalam doa

Where I am

Lebih dari sebulan yang lalu saya merayakan kembali hari lahir di jakarta, newbie. Terasing (lebay :D) dan awam. Namun malam menjelang dini hari itu mendadak hangat. Telepon dan ucapan bermunculan. perhatian itu memang menyenangkan. namun yang lebih menyenangkan mungkin kerana kerasan di ibukota.

Anyway, Sejak saat itu saya sudah diterima di zenius, namun saat ini saya berada di tempat lain di IEC. Keduanya membawa misi yang berbeda, produk-produknya menarik, namun berbeda segmen. Persamaan dari kedua perusahaan ini  (dan bahkan tentang semua perusahaan) adalah tentang membangun nilai. Mendirikan perusahaan bukanlah tentang untung rugi, melainkan nilai. Yup modal awalnya nilai.

Enough promosinya😀, kemarin saya membuka file lama, video The Secret. Saya tonton bagian Law Attraction, Emotional Sign dan tentang meminta. Jadi flashback selama 27 tahun hidup🙂 apa yang tersirat di benak saya sejak dulu, dan kejadian2 yang menimpa adalah memang benar menjadi nyata. Bahkan salah satu ambisi saya tanpa saya sadari telah tercapai. Wow. Luar biasa.

Kalo berkaca dari Al-Quran, sebenernya The Secret dah ga aneh lagi. Umat muslim punya mekanisme yang namanya Doa. Setiap yang mengajukan ‘proposal’ pada Sang Khalik pasti akan dijawabNya dengan proses beragam. Ada yang ditunda, diganti dengan yang lebih baik, ditolak karena tidak sesuai kebutuhan dan lain-lain.

Sudah sering berdoa ko masih di tolak? nah menurut saya hal berikut bisa jadi salah satu penyebabnya dan saya rasakan sebagai kelemahan umat muslim dalam berdoa pada umumnya:

1. Tidak Spesifik, berdoa terlalu umum. Menurut Law of Attratction kita mesti minta sesuatu sedetail mungkin. Semakin detail semakin baik.

2. Tidak mengerti doa yang dipanjatkan. Banyak di mesjid2 berdoa pake bahasa arab, tidak semua bisa bahasa arab dan mengerti arti doa yang dipanjatkan. oleh karena itu umat muslim selayaknya mengupdate kemampuan dalam memahami doa agar komunikasi dg Sang Maha Mendengar semakin efektif.

3. Tidak sesuai dengan niat. Doa nya bisa saja baik, tapi yang tertanam di benak bukan hal2 yang didoakan, sehingga yang di ijabah adalah niat awalnya.

4. Proses setelah berdoa. Berdoa nya rajin ikhtiarnya kurang. Kurang efektif dan efisien baik syariat dan upayanya secara umum.

Perjalanan terus berjalan, the show must go on. Ikhtiar dan doa telah membawa saya ke jakarta. Di umur yang lebih dari seperempat abad ini ijinkan hamba ya Rabb untuk lebih fokus dan selaras dalam permohonan dan tindakan. lebih syukur atas karunia dan nikmat. lebih ikhlas atas ibadah dan karya. amin.

Ibrahim: 7

Indonesia :
[14 : 7] Dan (ingatlah juga), takala Rabbmu memalumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nimat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nimat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. (QS. 14:7)


English :
[14 : 7] Your Lord has decreed: “The more you thank Me, the more I give you.” But if you turn unappreciative, then My retribution is severe

Wallahu a’lam bishawab.

Sumber Picture: bunderan HI, ayat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: