Catatan Sang Ketua Muda (1)

Setelah dua kali menjadi anggota KPPS, masing masing Pilgub (2004) dan Pilkot (2008), akhirnya si Cilo secara resmi dilantik menjadi ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) petang ini di kelurahan Pakemitan oleh ketua PPS.

Pemilu kali ini boleh dibilang merupakan pengalaman pertamanya menjadi ketua dan sekaligus pertama kalinya metoda memilihnya dirubah. Yaitu bukan lagi mencoblos tetapi mencontreng atau mencurek atau mencentang atau mencakra atau apapun istilah lainnya. Dengan perubahan itu tentunya pemilu kali ini menjadi tidak biasa, dan berbuntut panjang. Sebuah tantangan dan amanah tersendiri, mengandung tanggung jawab yang besar.

Mengapa? Ini gambaran kecilnya. Dengan jumlah kartu suara 4 buah, 3 diantaranya selebar kertas koran, dan pilihan yang banyak, pemilih tentu akan cukup lama memilih. Jika rata2 per orang 3 menit maka jika jumlah pemilih 200 orang saja akan menghabiskan waktu 600 menit atau 10 jam. Kalo mulai jam tujuh pagi berarti baru kelar jam 5 sore?? Humm.. beneran nih?? Belum termasuk ngitung suara, belum kalo ada keberatan, mengisi buku acara, dll.

Apalagi si Cilo merupakan ketua KPPS termuda🙂, ia membaca sumpah pelantikan diantara bapak2 paruh baya yang terlihat sarat pengalaman. Ia sedikit merasa tak pantas berada di sana. Namun harus bagaimana lagi? Selain ingin menjajal kemampuannya, betul juga apa yang dibilang pak lurah Achmad Saepudin, “Kitalah yang terdekat dengan warga, kitalah tokoh2 dalam masyarakat yang dipercayai mampu melaksanakan tugas ini, kalau bukan kita lantas siapa lagi?” semangat si Cilo terbakar. “Semoga panggilan ini dapat kita tuntaskan dengan maksimal, dan pengabdian kita bagi negara ini dicatat menjadi amal shaleh”. Kata-kata itulah yang Cilo tunggu. Tabungan amal yang dia percaya mampu menolongnya dari malapetaka di dunia dan akhirat suatu saat kelak.

Terakhir, ketua PPK Cinambo juga mengingatkan kesepuluh ketua KPPS terpilih untuk:

1. Membaca, mengingat, dan memahami aturan penyelenggaraan pemilu.

2. Persiapan logistik (tenda, bangku, meja, kursi dll) jangan mendadak.

3. Rapat koordinasi dengan anggota KPPS.

4. Sosialisasi dengan warga dalam kesempatan apapun (arisan, rapat RW, koperasi, dll)

5. Lakukan pemilihan sesuai prosedur, kerja cepat, tepat dan cermat (tambahan pan. was.)

6. Waspadai pihak2 yang ingin mencoba mengganggu jalannya pemilu.

Dengan bekal ini, si Cilo berharap dia mampu menjalankan tugasnya. Mari kita doa kan si cilo🙂

2 responses to this post.

  1. Busyet!
    Sekarang jadi Ketua KPPS.
    Ntar jadi Ketua KPU daerah.
    Selanjutnya Ketua KPU pusat.
    Wih, gaya euy! ^ ^

    Jangan minder lah jadi ketua termuda.
    Obama kan sudah memberi teladan kalo orang muda bisa layak menjabat di posisi tertinggi.
    Hehehe.

    Semangat Cil! ^ ^

  2. waaaah…buddy head count ku jadi ketua KPPS??
    wuiiihh..gaya beeetttt…!

    nanti “voice count” yang teliti yaaa…hehehe!
    happy working kak…:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: