Antara Mimpi dan Kenyataan

heavens-bridge

Coba kau cubit pipi ini sekeras-kerasnya hingga memerah

Meski sakit dan membekas aku takkan protes apalagi membalas

Karena aku tau kini bahwa aku masih berpijak di bumi, bukan di surga

Didekatmu waktu serasa lambat

Tiada pernah ingin ku beranjak

Meski diam diantara kita,

hati kita bicara lebih gaduh dari bising jalan raya

hati kita lebih hangat dari api unggun

Tuhan,

Antara ada dan tiada

Antara mimpi dan kenyataan

Ikhlaskan aku dengan segalanya..

-05 dec 08, Bandung-

3 responses to this post.

  1. iya.
    ikhlaskan saja.
    gak ada yang lebih berharga dan layak dilakukan dibanding ikhlas… ^ ^

    *bahasan dan asumsi gw kira2 sama gak siy dengan bahasan lu? hehehe…

  2. cuy, eta poto ti mana euy? mun meunang ti sasaha nyarios atuh. meh teu disangka ngabajak. hahak…😀

  3. cil… ko belakangan aku ‘lupa’ cara bermimpi ya? hehe, hidup serius! :p
    *parah nih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: