Saatnya berbagi..

Rasanya baru kemarin menyambut ramadhan di blog ini, tak terasa kini tinggal 10 hari lagi yang tersisa. 20 hari sebelumnya berlalu begitu cepat. Seperti kedipan mata, jentikan jari, desiran angin, kebutnya ambulance di jalan menuju RS, Hyper Jump pesawat AXIOM menuju bumi, dan lari cheetah mengejar menjangan.

Sabtu 20/09/2008 kemaren ada tiga undangan buka puasa bareng, dengan harapan bisa dapet inspirasi akhirnya kuputuskan buka bareng anak2 jalanan di Ciroyom, kerjasama antara alumni SIAWARE dan Kota Santri.

Jam 14.00 kumpul di gerbang ITB, kulihat ada mala, ilham, benny, hayyu, qiwe, primus, yudi, dan lain-lain. Berangkatlah kita ke ciroyom pukul 14.30 setelah bersiap2 membawa tikar dan layar dari KARISMA salman gedung kayu. Aku ngangkot bareng nama2 diatas, yang lain naik mobil mba deasy pane kakaknya nina pane dan mba yang bawa mobil yang satu lagi tapi ga tau namanya karena belum berkenalan.

Naek angkot ciroyom-caheum kita turun bener2 mentok dimana angkot itu berhenti. Kulihat ada gedung bertuliskan “Pasar Ciroyom”. Tiba disana, wilayahnya udah aga di dalem pasar. Yah namanya juga pasar, ya pasti bau (kapan yah pasar tradisional di Bandung kita bisa bersih dan minimal ga bau? J ), apalagi pas naik ke lantai 2, beuhh.. bau yang paling aku benci lewat tanpa permisi di depan hidung. Bau apa coba? Bau hangseur alias bau ompol a.ka bau urin. Ah betul2 bikin ga nyaman…

Di lantai 2, hanya ada lantai berdebu yang kosong, tak ada lapak sama sekali. Kulihat agak jauh kedalam ada hamparan tikar, kawan2 siaware dan beberapa anak jalanan. Anak2 itu sebagian menyalamiku sambil melontarkan nama. Tangan mereka penuh debu, kulitnya kasar dan lengket. Betul2 180 derajat kebalikan tanganku.

Panitia rupanya sedang bersiap2 untuk memulai acara, tak lama aku dan lisa membantu mencari sambungan listrik untuk sound, lnfokus dan laptop. Sayangnya kulihat beberapa anak membawa lem aibon dan sedang menciuminya. Ada bahkan yang masih kecil, keadaanya enggan untuk kugambarkan. Segera anak yang lebih tua menyita semua lem itu. Simpati dan empatiku agak berkurang karenanya.

Sayup-sayup adzan terdengar, teringat akan kameraku untuk merekam acara ini,”kudu beli batere” gumamku. Jadinya ‘jalan-jalan’ deh cari toko yang dekat, sayang dapetnya aga jauh. Langsung ke Lantai 3 untuk sholat. beda dengan lantai 2 di lantai 3 ada mesjid dan lahan parkir. Sore hari itu langit cerah. Pemandangan di lantai 3 gedung itu lumayan menarik perhatian.

Anak2 jalanan mulai berkumpul lebih banyak. Acara dimulai dengan games, dipandu oleh Adenita mantan penyiar auto radio dan pegawai ASTRO TV. Anak2 jalanan dan panitia membaur, ada tawa dan senyum canda. Lalu lanjut ke tausiah dari ka Mahmud calon ustadz dari Bangka. Sebelum itu anak2 nonton pelem animasi asal Malaysia. Pelmnya lumayan lucu.

Selesai tausiah ada anak jalanan yang bertanya,”Pak Ustadz, ternyata cari uang susah ya”

“Kata siapa gampang”, kata pa Ustadz, “yang susah itu cari kebahagiaan, ada yang kerja kantoran tapi utangnya numpuk lalu stress bunuh diri.

“Kamu sehari dapet berapa?” tanya ustadz,

“Kalo bagus 45 ribu sehari, kalo jelek 20 ribu”, jawab awai si anak jalanan.

“Wah segitumah gede”, jawab pak ustadz,”Bayangkan kalo cuma dapet 1000 sehari, mo beli apa hayo? Kalo punya 20 rb coba bayangkan kalo kita dpt seribu, lalu bersyukurlah dengan rizki yang telah Allah berikan”, jelas pa ustadz.

Hmm.. bener juga kang ustadz ya.. J Waktu berbuka datang, Ya Allah kepadamu kuniatkan puasaku dan dengan rizkimu kami berbuka, amin. Kakak dari kota santri menyebar membagikan es buah untuk adik2 jalanan, lalu ada juga kurma, bolu, dan gorengan (kroket). Sambil berbuka aku berbincang dengan kawan yg sudah lama tak jumpa, dari dia aku dapat info bahwa memang anak2 disana sebagian masih suka nge’lem’. Salah satu alasanya karena dipaksa ama bocah yang lebih gede. “Wah kok bisa ya?”, pikirku. Mau ngajak sengsara berjamaah kali yah? Ahh jadi CuMi (Cuma Miris..) L kapan ya mereka bisa merasakan indahnya hidup yang sebenar2nya?

Beres di lantai 2 segera kita pindah ke lantai 3 untuk shalat dan makan. Ternyata anak2 jalanan itu dilarang sholat di dalam mesjid oleh DKM. Mungkin banyak peristiwa yang terjadi diantara DKM dan anak2 yang melatarbelakangi hal itu, kita mencoba membujuk DKM, namun tetep ga dikasih, akhirnya sebagian solat diluar.

Selesai solat, kita semua makan. Satu persatu anak yang selesai hendak pamit, tapi panitia menghentikan mereka. Sambil beres2 bareng anak2, panitia juga membagikan bingkisan. Lumayaan, selain itu ada yang dapet doorprize kecil2an juga. Dan setelah ‘tertahan’ (kebiasaan kalo udah ngumpul susah pulang J) cukup lama, akhirnya pulang juga diantar bang Yafis ali Dago.

Alhamdulillah acara selesai.. cukup banyak kesan yang tertinggal di benakku ini..

Ya Rabb..

Siang malam-Mu selalu berganti..

Entah kapan akan berhenti berputar

Tegarkanlah hati adik2 jalanan itu

Bukalah pintu hati mereka menuju hidayah-Mu

Dan juga..

Kuatkanlah hambaMu ini..

yang kering akan ibadah..

miskin pahala.. dan lekat dengan dosa..

Runtuhkanlah segala keraguan..

Bangunlah dinding kokoh iman..

Jadikan tekad yang terucap

dan niat baik yang terbersit

mendarah daging dalam setiap perbuatan hamba..

Amin.. amin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: