Marhaban yaa Ramadhan..

Kalau lagu-lagu islami mulai ramai lagi diputar di mall-mall seperti Bimbo (era dulu) atau Ungu, Gigi (era bukan dulu yang artinya sekarang), atau belakangan iklan-iklan di Tipi jadi penuh makna, terutama tentang menahan amarah (iklan biasanya kan di kolam.. oh ikan itumah) dan tiba-tiba kata2 ‘buka’ menjadi kata2 yang paling sering dilafal saat sore hari.. lalu sinetron religi kini lebih tampak wujudnya (sinetron yang bintangnya tetep sama dengan yang non religi tapi lebih banyak dialog assalamualaikum dan astagfirullah nya), itu bisa jadi karena Ramadhan telah tiba.. ya betul.. benar2 telah tiba.. ko kalian ga percaya??😀

Percaya ga percaya atau kalau kata si Ripley mah,”Believe it or not” Bulan Ramadhan 1429 H memang telah tiba. Bulan yang membuat kita ingin berlomba atau berpacu dalam melodi eh.. bukan.. berpacu dalam beramal ini memang luar biasa. Setidaknya dalam Islam inilah bulan yang utama, dimana nilai ibadah dilipatgandakan dan bulan diturunkannya Al-Quran yang mulia.

Nah.. dan inti bulan ini yaitu shaum atau puasa, kegiatan utamanya adalah ‘menahan’. Menahan diri dari godaan syetan, godaan yang amat banyak ini (mencakup diantaranya adalah godaan main WE, ‘survive’ di pulau kasur kala subuh memanggil, berkata buruk yang artinya mengumpat dan mengata-ngatai orang lain, dan menahan lapar yang merupakan godaan sehari2 karena tong-pes atau kantong kemps, dll) melatih kita untuk lebih peka baik terhadap yang mana sekeliling kita dan bahkan diri relung kita yang sedalam-dalamnya yang sedalam palung Mindanau (eh Mindanau mah pulau terbesar Filipina yah?)😀

Dari godaan yang segitu banyak yang paling berat adalah dll, terutama tentang Niat. Siapa yang tau niat kita puasa kalo bukan kita dan Sang Maha Mengetahui?? Meski kita mengucap niat secara verbal sehabis tarawih bersama jamaah yang lain di masjid tiap malam apakah kita telah meniatkan diri benar2 berpuasa karena Alloh?? Kalu yang ini memang rahasia dapur atau perusahaan qolbu masing-masing diri pembaca.

Jadi teringat kata-kata Aa Gym, ”luruskan niat”. Ujian niat inilah ternyata yang paling berat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari nantinya setelah bulan latihan ini berlalu. Modal kita memang hanya niat dan usaha wahai sodara-sodara, yang lain apa coba kalu bukan namanya minjem? Coba aja bantu mikir.. napas minjem, gerakan otot juga minjem, sampe detak jantung juga minjem, kumaha atuhnya meuni nginjeum kabeh yang maksudnya adalah gimana sih ko minjem semua.

Memang begitu kenyataannya, kita cuma minjem, dipikir-pikir kapan balik modalnya ya? Nah kalo dipikir-pikir juga kali aja pinjeman ini adalah investasi kita di dunia, makanya mesti kita pergunakan sebaik-baiknya biar berlipat ganda nilainya, dan kapan deposito tubuh kita ini dicairkan? Barangkali nanti di penghujung usia kita akan menemukan jawabnya. Wallahu a’lam bishawab. Marhaban Yaa Ramadhaan..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: