Only For Guys!

Jadi. Cinta adalah permainan.
Dan jangan bilang “cinta bukanlah permainan, kamu hanya perlu jadi dirimu sendiri” Bullshit! Betapa banyak pria-pria baik yang berada di rumah kesepian hanya karena mereka tidak tahu caranya bermain dalam permainan ini.
Anggap ini sebagai perkiraan menyeluruh (spectrum):
Nice Guy——————–Middle Ground——————Jerk
Tiap-tiap ujung dari spectrum ini kita sebut sebagai titik ekstrim.
Di ekstrim kiri ada Nice Guy: Manis, menyenangkan, penuh kasih sayang, tapi sangat ketergantungan, kurang percaya diri, dan sangat grogi. Well, intinya payah.
Di ekstrim kanan ada Jerk / Brengsek: Kasar, egois, blak-blakan tapi juga percaya diri, teguh dan sangat mandiri. Tiga hal di sisi Jerk inilah (percaya diri, teguh dan mandiri) dimana wanita banyak merasa tertarik.
Sangatlah penting untuk mengetahui bagaimana para wanita bereaksi terhadap spectrum ini. Wanita biasanya tertarik secara emosional ke Nice Guy. Para Nice Guy inilah yang didatangi para wanita untuk meminta dukungan emosional, para wanita akan sangat jujur dan terbuka pada mereka, bahkan akan memberitahukan rahasia mereka dan berbagai hal lainnya. Tapi wanita akan tertarik secara fisik ke ujung satunya lagi. Ekstrim kanan, yaitu Jerk. Bukannya mereka menyukai pria brengsek secara spesifik, tapi pada sifat-sifat yang mereka miliki secara alamiah (tenaga, keteguhan, mandiri).
Jadi apa yang sebenarnya wanita inginkan? Idealnya, mereka ingin pria ada di middle ground, baik, manis, percaya diri, mandiri dll. Ketika wanita berkata “Pria baik susah dicarinya.” Sebenarnya mereka sedang berbicara tentang pria middle ground, yang memang harus diakui lebih jarang daripada pria standar Nice Guy / Jerk. Seringkali jika mereka tidak dapat menemukan pria Middle Ground, mereka akan menggarap yang standar. Yaitu, cari kebutuhan fisik dari ekstrim kanan dan cari kebutuhan emosi dari ekstrim kiri. Ini akan memberikan dia sedikitnya pria yang mirip Middle Ground. Atau, mereka akan mulai mencari pria dari ekstrim kanan, Jerk, dan berusaha membawa pria itu ke Middle Ground dengan cara “mengubahnya”. Mereka akan mulai dari sisi kanan karena sebetulnya sifat2 merekalah yang disukai wanita. (Wanita tidak akan memulainya dari sisi kiri / Nice Guy kemudian membawanya ke Middle Ground, hal ini menjelaskan kenapa pria2 baik sulit mendapatkan pacar, dan pria2 kasar/brengsek mudah mendapatkannya).
Pertanyaan: Bagaimana caranya aku ke Middle Ground?
Menjadi Middle Grounder semuanya tergantung pada dirimu sendiri. Jika kamu salahsatu pria yang sudah sangat kesepian, dan kamu pikir mempunyai pacar akan membuatmu bahagia. Guess what? Kamu adalah seorang ekstrim kiri, Nice Guy. Kamu hanya akan bisa menjadi dukungan emosional bagi para wanita. Yang lucu dari sistem ini adalah jika kamu benar-benar jujur dan tulus tidak perduli apakah kamu punya pacar atau tidak, justru saat itulah kamu berada dalam posisi yang bagus untuk bisa mendapatkan pacar. Kamu harus bahagia dengan dirimu sendiri. Kamu harus secara absolute yakin bahwa kamu tidak perlu bergantung pada orang lain untuk bisa merasakan kebahagiaan. Setelah kamu bahagia dengan dirimu sendiri, maka rasa percaya diri akan muncul dengan sendirinya. Dan kamu akan menjadi tipe pria yang kamu butuhkan. Relationship be damned. Kamu Cuma perlu menyadari bahwa satu-satunya orang yang bisa membuatmu happy adalah diri kamu sendiri.
Pertanyaan: Sepertinya aku sudah berada di Middle Ground, tapi jatuhnya masih di FriendZone, kenapa?
Jika kamu seorang Middle Ground-er tapi kamu menampilkan terlalu banyak sifat-sifat seorang Nice Guy (misalnya, mau aja nganterin kemana-mana). Maka kamu akan mengirimkan sinyal-sinyal Nice Guy ke si dia, dan dia akan menempatkan kamu di ekstrim kiri. Jadi kamu akan berada di sisi dia secara emosional saja tidak secara fisik (itulah FriendZone). Jadi, pada dasarnya kamu harus lebih banyak menunjukkan sifat-sifat Jerk daripada Nice Guy. Gimana kalau terlalu banyak ngasih sinyal2 Jerk? That’s a risk you have to take my friend.

Kesalahan-kesalahan umum para pria dalam mengejar wanita:
(ket: Kamu=cowok, Dia=cewek)
a. Kamu berkata: “Aku ingin terlibat dalam hubungan percintaan yang serius sekarang. / Aku mencari seseorang yang sangat special.”

Kamu pikir: Kamu sedang memberitahukan betapa dewasanya dan siapnya kamu untuk membina sebuah hubungan. Kamu berkata pada dia bahwa kamu siap dan prima untuk hubungan serius.

Dia pikir: Kamu sangat tidak mandiri dan tidak kokoh! Kamu butuh cewek hanya untuk bahagia. Pacarmu akan menjadi matahari dari alam semestamu. Jika pacarmu sedang tidak ada atau misalnya sedang tidak ingin bertemu denganmu, kamu merasa duniamu hancur. Dan tentu saja tidak ada yang mau orang seperti itu di dekatnya.

Yang seharusnya kamu lakukan: Jangan berkata “Aku ingin punya pacar / Aku ingin punya hubungan yang serius dengan seorang wanita” Sikap yang seharusnya kamu tunjukkan / bawa adalah “Kalo lo mau ma gue, bagus deh. Kalo lo ga mau ma gue, ya ga apa-apa, Gue juga ga terlalu mikirin2 amat” Ini menunjukkan padanya bahwa kamu sangat mandiri dan mantap dengan dirimu sendiri. Hal ini sangat menarik bagi dia.

b. Kamu berkata: “Aku sangat kesepian sekarang / Cewek tampaknya tidak tertarik padaku karena suatu alasan.”

Kamu pikir: Kamu bisa mendapatkan simpati dari dia, dan itu adalah sangat menyenangkan, right? Plus, kamu menunjukkan ke dia bahwa kamu adalah “permata tersembunyi” dengan demikian jika dia menginginkanmu, dia tidak ada saingan untuk mendapatkanmu.

Dia pikir: Jika wanita lain tidak ada yang menginginkanmu, kenapa dia harus? Plus, simpati memang sesuatu yang bagus. Tapi kita semua tahu bahwa akar dari simpati adalah pathetic. Dan itu tidaklah menarik bagi wanita. Pathetic akan membuatmu berada di Friendzone, dalam waktu singkat!

Yang seharusnya kamu lakukan: Kamu harus bisa menciptakan hubungan sosial yang sehat, atau setidaknya terlihat bahwa kamu baik-baik saja dalam berhubungan dengan orang lain. Tapi yang pasti, JANGAN SAMPAI kamu membicarakan bagaimana wanita lain menganggapmu ke dia. Kedua, kamu harus punya temen yang biasa buat bergaul. Jangan sampai kamu menganggap pacar kamu / calon pacar kamu segala-galanya. Justru hal ini yang bikin cewek gak suka! Lihat lagi poin A di atas, hal ini akan jadi beban yang berat buat dia, kalau dia harus ada untuk kamu setiap saat.

c. Dia berkata: “Aku pikir aku tidak secantik gadis lain. / Aku tampak jelek hari ini. / Aku tidak begitu menarik.” Atau kata-kata lain yang didesain untuk memancing pujian dari kamu.

Kamu berkata: “Apa? Kamu sangat cantik. / You always looking good. / Kamu sangat menarik.” Intinya kamu memberikan dia pujian-pujian yang sedang dia pancing.

Kamu pikir: Kamu membuatnya merasa baikan, dan menyiratkan minat kamu padanya dengan menunjukkan betapa kamu memuji dia, how highly you think of her.

Dia pikir: Sangat menyenangkan. Benar-benar TEMAN yang baik. Ngerti masalahnya? Sekarang dia telah mendapatkan pesetujuan / approval dari kamu, dan dia tidak perlu berusaha untuk mendapatkannya. Plus, setiap kali dia merasa ragu akan dirinya, dia cukup datang ke kamu untuk mendapatkan dukungan moral secara instan.

Yang seharusnya kamu lakukan: Kamu boleh memuji dia, tapi hanya jika memang perlu. Contohnya: Kalau sedang ada pesta dan dia sudah pakai segala pernak-pernik dan make-up, katakan dia terlihat cantik, tapi cukup sekali saja, jangan terlalu berlebihan. Jangan sampai pas ketemu dia dan dianya lagi pake sweater + celana pajama, malah kamu bilang dia terlihat cantik. Sekali lagi, kamu disini bukan untuk memberikan dukungan moral / emosional. Dukungan emosional akan membawamu langsung ke Friendzone.

d. “Aku hanya ingin membuatnya bahagia”, Sindrom Dompet Lemah, Kamu terus-terusan memberikan dia barang, makan di McD, Pizza Hut, nraktir nonton di bioskop, atau bahkan ketika dia melirik sebuah boneka, dan dia pikir bonekanya lucu, kamu langsung menjebol dompet kamu dan membelikannya untuk dia.

Kamu pikir: Kamu sedang membuatnya bahagia, dan menunjukkan betapa “mampu”nya kamu.

Dia pikir: Kamu sangat tidak kokoh, kamu harus “membeli” pengakuan dari orang lain. Yang kalau dipikir-pikir lagi memang benar kan? Malah jadinya lebih gawat, karena dia akan berpikir “Orang kayak gini sih ga perlu dijadiin pacar, jadiin budak aja deh.”

Yang seharusnya kamu lakukan: Tetep jaga dompet lo! Bolehlah boros sekali-kali, tapi harus JARANG banget. Dan jangan samapai kamu ngasih getaran-getaran bahwa kamu tuh orangnya royal demi mendapatkan perhatian dari orang lain, pokoknya bersikap pelit aja (emang lo bokapnya?). Dia harus suka kamu apa adanya dan jelas bukan karena duit! Kalau dia melihat sesuatu yang dia suka, jangan langsung dibelikan saat itu juga. Datang lagi sendiri ke tempat itu beberapa hari kemudian, beli, dan kasih ke dia seminggu kemudian. Dia bakal kagum karena kamu sangat perhatian (padahal kita tahu itu cuma taktik) dan bahkan akan lebih kagum ke kamu karena kamu inget! Kalau kamu membelikannya saat itu juga, bukan saja kamu akan kehilangan efek kagumnya dia ke kamu, tapi juga akan menempatkanmu di Friendzone. Just weird her out.
e. “Aku hanya ingin membuatnya bahagia” part 2, Slave Syndrome, Kamu melakukan segala keinginannya. Bahkan apabila kamu harus melakukan sesuatu yang biasanya tidak kamu lakukan. Kamu membantunya belajar pelajaran yang bahkan tidak kamu pelajari. Kamu mengantarkan dia pulang ke rumahnya yang berlawanan arah dengan rumah kamu. Et cetera.

Kamu pikir: Kamu menunjukkan komitmen ke dia dengan segala hal-hal baik ini. Dan sekali lagi, betapa baiknya kamu. What a NICEGUY you are.

Dia pikir: Sama seperti saat kamu membelikan dia barang-barang, hanya saja sekarang dengan waktu dan usaha bukan dengan uang.

Yang seharusnya kamu lakukan: Sekali lagi, jangan mencoba membeli restu / pengakuan dari dia. Dia harus menyukai kamu karena sifat asli kamu. Bukan atas apa yang kamu lakukan untuk dia. Kamu boleh ngebantu dia sekali-kali, tapi pastikan hal ini berdasarkan “Kalo gue ngebantu elo, lo juga harus ngebantu gue!” (I scratch your back, you scratch mine). Minta dia mengembalikan jasa kamu. Contohnya: Kamu nraktir dia makan McD, maka kamu bilang ke dia kalau dia utang satu kali nraktir kamu McD. Dan tentu saja, kamu HARUS minta McD gratis itu. Ngerti maksudnya? Hal ini akan menunjukkan kemandirian kamu dan kepercayaan diri ke kamu sendiri. Jika dia sampai tertarik ke kamu, maka itu akan menjadi hubungan yang setimbang, dan bukan karena kamu selalu mencoba menyenangkan hatinya. Seorang cewek dimanjakan bagai dalam novel memang menyenangkan, tapi tidak ada yang mau terus-terusan dibegitukan. Yang dia cari pasangan hidup, bukan pemuja!

f. Komitmen berlebihan ke dia. Flake Syndrome. Maksudnya, selalu mendahulukan dia. Dia nanya mau ngapain kamu malam ini. Kamu bilang kamu udah ada rencana sama teman. Karena kecewa, dia bilang alasan dia ngajak kamu tuh karena berharap bisa meningkatkan kualitas hubungan kalian. Kamu lantas membatalkan rencana semula supaya kamu bisa pergi bareng dia.

Kamu pikir: Kamu mendapatkan kesempatan untuk bisa bareng sama dia, dan itu tidak buruk kan? Plus, kamu menunjukkan betapa pentingnya dia buat kamu.

Dia pikir: Di awalnya sih keren. Tapi kalau terus-terusan, itu menunjukkan kamu sangat ketergantungan. Dia ingin pacarnya menjadi bagian dari hidupnya, bukan menjadi hidupnya. Kamu seharusnya menjadi tambahan (addition) bukan pengambil alih. Dia ingin bisa pergi bareng temen-temennya tanpa kamu jika dia lagi pengen. Punya waktu menyendiri sejenak. Jika kamu ngebreak rencana sama temen kamu demi dia, tentunya kamu juga mengharapkan dia bisa ngebreak rencana dia sama temen-temen dia, tapi dia tidak yakin bisa melakukan itu. Dan lagi, kalo kamu semudah itu ngebreak rencana kamu sama temen-temen kamu, berapa lama kira-kira sampe kamu mulai ngebreak rencana kamu dengan sang pacar?

Yang seharusnya kamu lakukan: Kasih tahu kalau kamu nyesel ga bisa jalan bareng dia, dan buat rencana lagi dengan dia di hari yang lain. Langsung tentukan waktu dan tempat. Pilih waktu dan tempat yang pasti. Tentukan waktunya di akhir minggu (contoh: dia ngajak jalan hari minggu tgl 4 sept, tapi karena kamu ga bisa, bikin janji ketemuan hari sabtunya tgl 10 sept, saat itu juga). Kalau seandainya dia benar-benar tertarik sama kamu, dia bakal sebisa mungkin nyempetin ketemuannya di tengah-tengah (mungkin dia akan minta hari rabu atau kamis).

Satu lagi, kamu juga jangan terlalu menitikberatkan sama teman-teman kamu. Buat semuanya seimbang. Kalau misalnya kamu lagi jalan bareng teman kamu, terus ga sengaja ketemu dia, jangan kaku dan jangan dingin ke dia. Senyum aja, kenalin sama teman-teman kamu, dan bilang “ I’ll call you later”. Begitu pula sebaliknya, kalau kalian lagi jalan bareng, terus ketemu teman-teman kamu, jangan pura-pura ga liat. Bagi rata waktumu. Dengan begini dia tahu kalau kamu tuh masih bisa hidup walau tanpa dia.

g. Perbedaan pilihan. Kalian berdua sudah rencana mau jalan. Kamu nanya ke dia : “Mau makan dimana nih? / Mau nonton film apa nih? Etc” Lalu dia menjawab dengan kata-kata standar: “Ga tau / Terserah kamu deh” Lalu kamu mulai menebak-nebak dia maunya apa dengan member dia pilihan-pilihan, berusaha supaya dia memilih salahsatunya.

Kamu pikir: Kamu sedang menjadi perasa atas apa yang dia butuhkan, mencoba menerka apa yang dia mau.

Dia pikir: Kamu tidak tegas dan lambat dalam beraksi. Tidak menarik!

Yang seharusnya kamu lakukan: Berikan dia pilihan, tentu setelah dia berkata “Ga tau / Terserah kamu”, hanya saja kali ini bukan untuk dia yang memilih, melainkan kamu yang memilih, contohnya, “Oke, kita kesana aja, aku sekalian mau beli itu”. Maksudnya memberikan pilihan ke dia disini adalah pilihan yang hanya berupa ‘Ya’ atau ‘Tidak’. Kalau dia tidak setuju dengan pilihan kita maka dia akan mengatakannya. Kalau dia tidak mengatakan apa-apa tapi sebenarnya tidak suka dengan keputusan kamu, maka itu salah dia karena diam saja. Tapi dengan begini dia akan mengagumi ketegasan kamu!

Kalau kamu mengajak dia pergi, usahakan kamu sudah punya beberapa pilihan di kepala kamu. Kalau mengajak makan, usahakan 3-4 tempat makan sudah dipikirkan! Rekomendasikan yang pertama, kalau dia keberatan teruskan sampai yang ke 4, kalau masih juga ditolak, tanya lagi ke dia “Kalau gitu mau dimana??” dan kalau masih di jawab “Ga tau / Terserah kamu”, maka balik lagi ke pilihan pertama. Hanya kali ini kamu tidak lagi meminta pendapat dia.

h. “Terlalu berlebihan dan terlalu cepat” Kamu benar-benar suka cewek ini. Kamu terus memikirkan dia. Dan kalian baru bertemu kemarin! Kamu telepon dia tiap hari, kamu telepon dia secepatnya setelah sehari sebelumnya kamu kencan dengan dia. Kamu pengen ketemuan dengan dia terus. Kamu sudah menggembar-gemborkan betapa cantiknya dia. And so on..

Kamu pikir: Kamu sedang menunjukkan betapa kamu suka dengan dia. Dan dengan ini mencoba untuk bisa membuka gerbang pacaran yang serius.

Dia pikir: Minggir Bung! Dia gak mau kamu menyedot hidupnya. Plus, kamu tuh sangat ketergantungan, dan dia akan menjadi pilar tempat kamu menggantungkan diri. Gak ada orang yang mau jadi tempat gantungan hidup orang lain. (Intinya, kamu terlalu berlebihan!)

Yang seharusnya kamu lakukan: Ingat! Sebagai (calon) pacarnya, kamu akan menjadi tambahan dalam hidupnya, bukan mengambil alih, pelan-pelan aja! Paling tidak kamu harus melewatkan waktu 2-3 hari sebelum menghubungi dia lagi. Kalau misalnya kalian ketemuan hari sabtu. Telepon/SMS dia hari senin/selasanya. Jangan terlalu bersemangat tentang dia! Baru ketemuan 1-2 kali, cukup perlihatkan kalau kamu tertarik, kalau dia ngirim sms, balas saja seperlunya.

i. Issues. Kamu merasa nyaman dengan cewek ini. Suka banget ke dia. Perlahan-lahan kamu mulai membuka diri. Mulai membagi pikiran dan perasaan kamu. Mengatakan ke dia semua hal yang terjadi di hidup kamu. Dan dia juga melakukan hal yang sama. Mulai mempercayakan rahasianya ke kamu, dan selalu berkata betapa dia nyaman kalau di dekat kamu.

Kamu pikir: Kalian berdua sudah tambah dekat sehingga kamu pikir hubungan pacaran mah tinggal tembak aja, pasti diterima.

Dia pikir: “Yay! Dukungan Emosional! Seorang Teman! Sekarang aku butuh seorang brengsek untuk jadi pacarku.”

Yang seharusnya kamu lakukan: Jangan sampai kamu membuka diri kalau lagi ketemuan. Tutup mulut kamu! Jangan banyak omong, bahkan ketika dia mulai nanya-nanya rahasia kamu. Kalau dia mulai membicarakan tentang dia, dingin-dingin aja, jangan terpengaruh untuk membuka rahasia kamu. Kamu bukan lagi pacaran! Membuka diri nanti aja, kalau hubungan sudah terjalin (jadian). Kalau kamu membuka diri sebelum jadi pacarnya, memang itu akan membuat kalian jadi dekat, tapi dalam konteks dukungan emosional. Dia tidak akan tertari untuk jadi pacar kamu. Kamu bakal menguasai Friendzone dia. Kencan-kencan kalian hanya akan bersifat having fun, bukan untuk pacaran.

5 responses to this post.

  1. panjang sekali Acil…
    dan entah kenapa gw ngerasa ada nada dendam kesumat gitu…
    (_ _’)m

    meski gw blm pernah pacaran ma cewe, tapi gw rasa yang penting menjadi diri sendiri. lagian cewe jaman sekarang masih mencari cowo brengsek ya? yah, gw gak laku dong karena selalu nice ke cewe [halah, narsis nista, ehehehe].

    pula, sapa tau kalo cewe dewasa bisa jadi kejadiannya bisa berbeda lagi.
    gw mah let it flow ajah dan percaya ke yang DI ATAS. hehehe.

    sumbernya dari mana ni btw?

    (^ ^ )v

  2. Posted by acilo on April 1, 2008 at 2:31 pm

    hahaha dendam? waduh hidup cuma sekali bien.. kalo cuma buat nanggung dendam mah mending ga usah idup aja deh.. tapi ada sih kalanya aku uda ga percaya lg ma orang..

    yah memang artikel ini rasanya terlalu memberi saran buat si nice guy.. sedang si jerk kurang di tanggapi.. cuma buat wacana ko bien.. sapa tau ada yg klop :-p

    sumber? dari sumbernya pun bilang, “bukan aku yg nulis” ksimpulannya anonym..🙂

  3. wah cil, kok gw rasanya ketangkap basah gt ya?
    menurut lo, gw bagian ekstrim kanan, kiri, atau middle? i’m really confused with myself.

  4. Posted by acilo on April 4, 2008 at 2:39 pm

    kayaknya lu sayap kiri deh Har.. udahlah kitamah langsung bawa calon kita ke KUA aja.. kayaknya jalur ini kan buat pra-nikah🙂 tapi kalo ada yg mau yahh jangan ditolak juga.. hahahaha..

  5. Hmm, tulisannya cukup menohok dan menarik. Saya seperti pernah baca dimana yah ide seperti ini.. Ada benarnya juga dan cocok direferensikan silang dengan artikel saya Kenapa Wanita Suka Bajingan. Saya yakin baik pria dan wanita sebenarnya tidak ingin saling menyakiti, dan kita masing-masing perlu mengetahui bagaimana cara melindungi diri.

    Salam kenal, sobat, nanti saya akan berkunjung lagi..

    Lex dePraxis
    Unlocked!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: