Jodoh Vs Cinta

Do you believe in Love at first sight? Bagi yang percaya harap acungkan tangan anda sekarang, namun hingga saat ini saya masih tidak percaya dengan kalimat pembuka tersebut. Bagi saya cinta tidak hanya getaran “kimia” saat kita melirik kecengan kita atau rasa kangen yang ‘menggila’ saat kita tidak ketemu si do’i. Saya pernah merasakan keduanya, saya yakin anda juga pernah bukan? Jatuh cinta pada pandangan pertama? nah itu baru mungkin, tapi Cinta?

Entahlah, menurut saya cinta jauh lebih dari itu. Mari kita tengok tinjauan pustaka, Dari buku yang saya baca cinta adalah ketika sebagian jiwa kita seperti ‘terampas’ oleh pasangan kita (sebagian lagi adalah pasangan kita). Mungkin kalo bahasa kerennya ‘soulmate’. Lanjut lagi, cinta mempertemukan apa yang ada di jiwa, bukan hanya penampilan luar saja, begitu menurut Fat-hi Muhammad Ath-Thahir dalam bukunya “Beginilah Seharusnya suami isteri saling mencinta”.

Belakangan ini saya penasaran betul dengan definisi cinta, saya putuskan untuk mencarinya langsung. Nampaknya saya terlalu memaksakan keinginan itu sehingga saya belum berhasil menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Mungkin seperti yang sobat saya katakan (yang baru menikah),”Jodoh itu gampang, biarkan saja mengalir”.

Saya jadi bertanya,”Lha itu kan jodoh? kalo kita ga cinta sama jodoh kita?”. Lalu dia menjawab,”Simple aja, ga usa dibuat repot, kalo uda jodoh ga akan kemana”. Hemmm.. saya jadi bingung cinta dulu atau jodoh dulu ya?. Daripada bingung mikirin yang begituan kita mesti inget juga bahwa jodoh, rezeki dan usia itu uda ada Sutradaranya yaitu Tuhan kita, bagi saya Alloh SWT.

Saat ini saya ingin mengacu pada salah satu intisari Buku Atap (Fira Basuki) dalam kata2 testimoni Rieke Diah ‘oneng’ Pitaloka dan perkataan mentor saya bahwa cinta memiliki unsur ketentraman, so.. karena cinta itu anugerah Tuhan, maka saya yakin cinta dibuat untuk dasar kedamaian bukan gejolak jiwa semata dan sesaat. Cinta antar sepasang manusia haruslah ada unsur ketentraman, nyaman dengan pasangan kita.. kalo kita saling menyakiti tapi saling mencintai akankah kita tenang hidup seperti itu? Pandangan pertama adalah daya tarik sexual kita, kalo kata temen saya bayu Raharjo bilang yah itu kan perlu supaya kita mau punya keturunan, tetapi setelah itu cinta akan banyak diuji, mampukah kita mempertahankan cinta pada pasangan kita?

Kesimpulannya, menurut saya cinta membutuhkan proses, tidak dapat terjadi dalam sekejap, kita manusia wajib berusaha jika menginginkannya demi kebahagiaan kita, namun jika belum berhasil? nah berarti itu belum jodoh… Nah dmikianlah hubungan antara Cinta Vs Jodoh.. saya acil melaporkan dari TKP :p

2 responses to this post.

  1. Oh.. begitu ya🙂

  2. Posted by acilo on April 24, 2008 at 9:17 am

    ah ntah apa si echi ni🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: