<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Acilo's Corner</title>
	<atom:link href="http://acilo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://acilo.wordpress.com</link>
	<description>Just Another Spot In My Mind ...</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Oct 2011 11:41:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='acilo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Acilo's Corner</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://acilo.wordpress.com/osd.xml" title="Acilo&#039;s Corner" />
	<atom:link rel='hub' href='http://acilo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Akhirnya ku bersanding denganmu..</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/10/20/akhirnya-ku-bersanding-denganmu/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/10/20/akhirnya-ku-bersanding-denganmu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 11:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[album]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acilo.wordpress.com/2011/10/20/akhirnya-ku-bersanding-denganmu/</guid>
		<description><![CDATA[Sering kali saya bilang sama temen-temen, kalo yang namanya nikah itu luar biasa. Karena, sesempurna apapun kedua calon mempelai jika belum sampai naik pelaminan ya belum sah. Dan akhirnya saya mengalami sendiri yang namanya nikah. Seumur2 salah satu impian aku *yang sudah dicanangin dari jauh hari :p yaitu bertemu dengan sang tambatan hati dan ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=243&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering kali saya bilang sama temen-temen, kalo yang namanya nikah itu luar biasa. Karena,  sesempurna apapun kedua calon mempelai jika belum sampai naik pelaminan ya belum sah. Dan akhirnya saya mengalami sendiri yang namanya nikah. Seumur2 salah satu impian aku *yang sudah dicanangin dari jauh hari :p yaitu bertemu dengan sang tambatan hati dan ingin membahagiakannya.. dan akhirnya aku bersanding denganmu.. wahai Sarah Dewi..</p>
<p>Proses menemukan sang pujaan hati bener-bener penuh lika-liku (hehe yang ini di skip aja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), namun pada akhirnya saya memang dibenturkan pada persoalan keseriusan  untuk memantaskan diri sendiri untuk menjadi seorang suami. Aku ngga bilang si saya ini sudah pantas, hanya saja aku merasa aku sudah merasa siap mengemban amanah ini dan ingin sekali menunaikannya dengan baik.</p>
<p>Karena baru saja menikah, nih tips buat para lajangers yaitu simple aja.. carilah yang satu visi misi dan kompatible dengan kita. thats simple. kalo menemukan keduanya, subhanalloh.. saya merasakan sendiri diri ini seperti dikepung dengan kelancaran dan peluang-peluang yang semakin terbuka lebar dalam memulai mengarungi rumah tangga.. tentunya ini juga terkait dengan itikad sungguh-sungguh dan doa..</p>
<p>Sungguh puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi.. Yang telah menciptakan segala sesuatu di bumi ini berpasang-pasangan.. semoga kami selalu dinaungi keberkahan bagi kami, keluarga dan lingkungan.. amien. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=243&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/10/20/akhirnya-ku-bersanding-denganmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rouli Esther Pasaribu.. Agen &#8220;Gambaru&#8221; yang belajar langsung dari Jepang</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/06/07/rouli-esther-pasaribu-agen-gambaru-yang-belajar-langsung-dari-jepang/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/06/07/rouli-esther-pasaribu-agen-gambaru-yang-belajar-langsung-dari-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 05:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acilo.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Say Yes to Gambaru! Oleh : Rouli Esther Pasaribu* Terus terang aja, satu kata yang bener-benar bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama Prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=237&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://acilo.files.wordpress.com/2011/06/rouli-esther-pasaribu.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-238" title="Rouli Esther Pasaribu" src="http://acilo.files.wordpress.com/2011/06/rouli-esther-pasaribu.jpg?w=277&#038;h=369" alt="" width="277" height="369" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Say Yes to Gambaru!</strong></p>
<p>Oleh : Rouli Esther Pasaribu*</p>
<p>Terus terang aja, satu kata yang bener-benar bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : <strong>GAMBARU</strong> alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama Prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama) , motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.</p>
<p>Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang cemen gitu-gitu aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya&#8230;berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya : &#8220;doko made mo nintai shite doryoku suru&#8221; (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan). Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter &#8220;keras&#8221; dan &#8220;mengencangkan&#8221;. Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah &#8220;mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu&#8221; (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.). Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang-orang jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis-tipis biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit-dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it&#8217;s a must!</p>
<p>Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi&#8230;.juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia. Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa &#8220;dimaafkan&#8221; jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan. Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV.</p>
<p>Jadi yang ada apaan dong? Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :</p>
<p>1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada</p>
<p>2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)</p>
<p>3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana</p>
<p>4. Tips-tips menghadapi bencana alam</p>
<p>5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam</p>
<p>6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana</p>
<p>7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya.</p>
<p>8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati.</p>
<p>9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati : *ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah).</p>
<p>*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas. Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.</p>
<p>Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa &#8220;nyalahin&#8221; Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.. I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. Kalau ditilik lebih jauh, &#8220;menyalahkan&#8221; Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.</p>
<p>Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya. Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya.</p>
<p>Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini. Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga.</p>
<p>Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang). Say YES to GAMBARU!</p>
<p>* Penulis adalah mahasiswi adalah Indonesia yg tinggal Jepang dan juga mengelola blog http://rouliesther.blogspot.com/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=237&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/06/07/rouli-esther-pasaribu-agen-gambaru-yang-belajar-langsung-dari-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2011/06/rouli-esther-pasaribu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rouli Esther Pasaribu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>the three mas getir</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/04/04/the-three-mas-getir/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/04/04/the-three-mas-getir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 22:33:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[sobat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://acilo.wordpress.com/2011/04/04/the-three-mas-getir/</guid>
		<description><![CDATA[Kami the three mas getir berikrar: &#8220;Dalam kegetiran apapun tetap bersaudara, tetap bertegur sapa, tetap berkumpul dan ber- anjang sana. Beragenda walau kadang tak terduga. Dalam kegetiran apapun tetap ada tawa, susah senang dibawa bersama, tiada sakit hati dan dendam melanda, hanya persaudaraan yg menempel di dada bahkan hingga anak cucu tercipta, terus meretas jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=235&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami the three mas getir berikrar: &#8220;Dalam kegetiran apapun tetap bersaudara, tetap bertegur sapa, tetap berkumpul dan ber- anjang sana. Beragenda walau kadang tak terduga. Dalam kegetiran apapun tetap ada tawa, susah senang dibawa bersama, tiada sakit hati dan dendam melanda, hanya persaudaraan yg menempel di dada bahkan hingga anak cucu tercipta, terus meretas jalan kebaikan setiap kesempatan. Meski berjauhan tetap bersatu dalam asa, melakukan yg di bisa dan menjadi ahlinya. Berbagi jauh maupun dekat. Bangga akan sejarah bangsa dan meneruskan perjuangan tanah air&#8221;. Jogja 4 april 2011
<div class="wp-caption alignnone" style="width:490px;"><a href="http://acilo.files.wordpress.com/2011/04/canggiiihnya-ckckck.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://acilo.files.wordpress.com/2011/04/canggiiihnya-ckckck.jpg?w=480&#038;h=360" alt="jogja tempo doeloe" title="the three mas getir" width="480" height="360" /></a>
<p class="wp-caption-text">jogja tempo doeloe</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=235&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/04/04/the-three-mas-getir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2011/04/canggiiihnya-ckckck.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the three mas getir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terlahir Kembali..</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/02/09/terlahir-kembali/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/02/09/terlahir-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 23:28:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[idola]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://acilo.wordpress.com/2011/02/09/terlahir-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Terlahir Kembali Aku pernah melanglang buana ke dunia lain, menelusuri jejak leluhur, mencari identitas diri. Benar salah bercampur aduk, terjerumus dalam jurang kekufuran, nestapa karena tingkah sendiri. Gua kutelusuri, gunung kudaki, lautan kusebrangi, muara sungai tempat merendam diri, makam tempat bersemedi, hampir semua relung bumi kujelajahi, demi mencari petualangan diri, mencari kebenaran hakiki. Kesuksesan semu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=232&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlahir Kembali<b></p>
<p>Aku pernah melanglang buana ke dunia lain, menelusuri jejak leluhur, mencari identitas diri.</p>
<p>Benar salah bercampur aduk, terjerumus dalam jurang kekufuran, nestapa karena tingkah sendiri.</p>
<p>Gua kutelusuri, gunung kudaki, lautan kusebrangi, muara sungai tempat merendam diri, makam tempat bersemedi, hampir semua relung bumi kujelajahi, demi mencari petualangan diri, mencari kebenaran hakiki.</p>
<p>Kesuksesan semu kutemui, kegagalan sejati kunikmati, semuanya membuatku renungi diri. Wahai makhluk unggas hijau, wahai makhluk ikan emas, dialah sahabat sejati yang membawaku kembali.</p>
<p>Kepada kekasihku, Ilahi.. Aku telah terlahir kembali ke dunia. Janganlah biarkan aku tersesat lagi setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku..</p>
<p>Ampunilah semua dosa masa laluku<br />
wahai Zat yang Maha pengampun,<br />
wahai Zat yang Mahameliputi segalanya..<br />
Tuhan seru skalian alam&#8230;<br />
Tuhan dari smua Tuhan&#8230;</p>
<p>aku mencintai-Mu,<br />
aku rindu kepada-Mu,</p>
<p>Perlihatkanlah wajahMu kepadaku, ketika aku dipanggil kembali olehMu&#8230;</p>
<p>By: Agus Haryo Sudarmojo</p>
<p>Nb: pak aku nge-fans sama bapak, kalo bisa ketemu saya bakal bener2 seneng bukan kepalang. Terima kasih atas tulisannya. Bagus buaanget.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=232&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/02/09/terlahir-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia (yg) belum berubah</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/02/08/indonesia-yg-belum-berubah/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/02/08/indonesia-yg-belum-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Feb 2011 23:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda?]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia 2011]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://acilo.wordpress.com/2011/02/08/indonesia-yg-belum-berubah/</guid>
		<description><![CDATA[Potret Indonesia kita dari sudut pandang Alanda. Sebuah renungan bagi saya, seorang muslim di negeri muslim. Buat anda para petinggi negara, tanggung jawab anda berat.. Jika kondisi seperti ini tidak berubah, tak lama kita akan seperti Mesir. Untuk Alanda, aku turut mendoakan&#8230; Smoga Tuhan menunjukkan keadilan.. ‎​آمِّين Ibu, 10 tahun penjara, 10 milyar rupiah By [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=230&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Potret Indonesia kita dari sudut pandang Alanda. Sebuah renungan bagi saya, seorang muslim di negeri muslim. Buat anda para petinggi negara, tanggung jawab anda berat.. Jika kondisi seperti ini tidak berubah, tak lama kita akan seperti Mesir. Untuk Alanda, aku turut mendoakan&#8230; Smoga Tuhan menunjukkan keadilan.. ‎​آمِّين </p>
<p>Ibu, 10 tahun penjara, 10 milyar rupiah</p>
<p>By Alanda Kariza <b></p>
<p>LINK: http://bit.ly/e8ZNbc</p>
<p>Reading time: 9 – 15 minutes</p>
<p>Meet my heroes <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jika ditanya apa cita-cita saya, saya hampir selalu menjawab bahwa saya ingin membuat Ibu saya bangga. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mendengar Ibu menceritakan aktivitas saya kepada orang lain dengan wajah berbinar-binar. Semua mimpi yang saya bangun satu persatu, dan semoga semua bisa saya raih, saya persembahkan untuk beliau. Belakangan ini, kita dibombardir berita buruk yang tidak habis-habisnya, dan hampir semuanya merupakan isu hukum. Saya… tidak henti-hentinya memikirkan Ibu. Terbangun di tengah malam dan menangis, kehilangan semangat untuk melakukan kegiatan rutin (termasuk, surprisingly, makan), ketidakinginan untuk menyimak berita… Entah apa lagi.</p>
<p>Selasa, 25 Januari 2011, periode ujian akhir semester dimulai. Hari itu juga, Ibu harus menghadiri sidang pembacaan tuntutan. Hampir tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengan Ibu saya, yang sejak bulan September 2005 bekerja di Bank Century. Hanya keluarga dan kerabat dekat kami yang mengetahui bahwa Ibu menjadi tersangka di beberapa kasus yang berhubungan dengan pencairan kredit di Bank Century. Sidang pembacaan tuntutan kemarin merupakan salah satu dari beberapa sidang terakhir di kasus pertamanya.</p>
<p>Sejak Bank Century di-bailout dan diambil alih oleh LPS, kira-kira bulan November 2008 (saya ingat karena baru mendapat pengumuman bahwa terpilih sebagai Global Changemaker dari Indonesia), Ibu sering sekali pulang malam, karena ada terlalu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Saya jarang bertemu beliau. Bahkan ketika saya berulangtahun ke 18, saya tidak bertemu dengan Ibu sama sekali, karena beliau masih harus mengurus pekerjaan di kantor. Itu pertama kalinya saya berulangtahun tanpa Ibu. Seiring dengan diusutnya kasus Century, Ibu harus bolak-balik ke Bareskrim untuk diinterogasi oleh penyidik sebagai saksi untuk kasus-kasus yang melibatkan atasan-atasannya.</p>
<p>Sejak saya kecil, Ibu saya harus bekerja membanting tulang agar kami bisa mendapat hidup yang layak – agar saya mendapat pendidikan yang layak. Ketika saya duduk di SMP, beliau sempat di-PHK karena kantornya ditutup. Kami mengalami kesulitan keuangan pada saat itu, sampai akhirnya saya menerbitkan buku saya agar saya punya “uang saku” sendiri dan tidak merepotkan beliau, maupun Papa. Ibu sempat menjadi broker property, berjualan air mineral galonan, sampai berjualan mukena. Adik pertama saya, Aisya, ketika itu masih kecil. Ibupun mengandung dan melahirkan adik kedua saya, Fara. Akhirnya, ketika buku saya terbit, beliau mendapat pekerjaan di Bank Century. Papa sudah duluan bekerja di sana, tetapi hanya sebagai staf operasional.</p>
<p>Saya lupa kapan… tapi pada suatu hari, saya mendengar status Ibu di Bareskrim berubah menjadi TSK. Tersangka.</p>
<p>…</p>
<p>Itu merupakan hal yang tidak pernah terlintas di pikiran saya sebelumnya. Tersangka? Dalam kasus apa? Dituduh menyelewengkan uang?</p>
<p>Sejak Ibu bekerja di Century, hidup kami tetap biasa-biasa saja. Jabatan Ibu sebagai Kepala Divisi boleh dibilang tinggi, tapi tidak membuat kami bisa hidup dengan berfoya-foya. Orang-orang di kantor Ibu bisa punya mobil mahal, belanja tas bagus, make up mahal… Tidak dengan Ibu. Mobil keluarga kami hanya satu, itupun tidak mewah. Saya sekolah di SMA negeri dan tidak bisa memilih perguruan tinggi swasta untuk meneruskan pendidikan karena biayanya bergantung pada asuransi pendidikan. Ibu tidak membiarkan saya mendaftarkan diri untuk program beasiswa di luar negeri – beliau khawatir tidak bisa menanggung biaya hidup saya di sana. Papa di-PHK segera setelah kasus Century mencuat ke permukaan. Papa tidak bekerja, hanya Ibu yang menjadi “tulang punggung” di keluarga saya. Papa dan saya sifatnya hanya “membantu”.</p>
<p>Saat itu, berat sekali rasanya, Ibu memiliki titel “tersangka” di suatu kasus. Saya tidak bisa mendeskripsikan perasaan saya ketika itu. Saya duduk di Kelas 3 SMA tatkala status Ibu berubah. Ibu jatuh sakit karena tertekan. Tepat satu hari sebelum Ujian Akhir Nasional, Ibu harus diopname, dan saya baru tahu pukul 10 malam karena keluarga saya khawatir hal ini akan mengganggu konsentrasi saya dalam menjalani ujian. Saya tidak lagi bisa memfokuskan pikiran saya terhadap UAN SMA. Pikiran saya hanya Ibu, Ibu, dan Ibu.</p>
<p>Sejak itu, hidup kami benar-benar berubah… walau dari luar, Ibu dan Papa berusaha terlihat biasa-biasa saja. Mereka tidak cerita banyak kepada saya. Mobil dijual dan mereka membeli yang jauh lebih murah. Kami jarang pergi jalan-jalan dan saya jarang mendapat uang jajan. Kami lebih jarang menyantap pizza hasil delivery order. Supir diberhentikan, dan hanya punya satu pembantu di rumah. Ibu dipindahkan ke kantor cabang, sementara Papa mengalami kesulitan mencari pekerjaan. Saya beruntung, mereka berdua tidak pernah menahan saya dari melakukan hal-hal yang saya mau lakukan, terutama aktivitas Global Changemakers dan IYC. Tapi, saya sadar, bahwa hidup kami benar-benar berubah.</p>
<p>I can live with that. I’m willing to work part time, do internships, and work my ass off to publish more and more books if it would help my parents, especially my mother. Although I don’t have my own car and I can’t shop luxurious stuff just like my friends do, I’m happy, and I’m willing to live like that. Saya mau, meski hal tersebut pasti melelahkan. Saya memilih beasiswa dari BINUS International dibanding Universitas Indonesia, salah satunya juga supaya orangtua saya tidak perlu lagi membiayai pendidikan saya. Supaya uang untuk saya bisa digunakan untuk membiayai pendidikan adik-adik saya. Saya ingin mereka bisa les Bahasa Inggris bertahun-tahun seperti saya dulu… siapa tahu mereka bisa memenangkan kompetisi-kompetisi internasional yang bergengsi.</p>
<p>Awalnya pun berat bagi Ibu, tapi lambat laun, Ibu sangat ikhlas. Ibu jarang membagi kesulitannya kepada saya – selalu disimpan sendiri atau dibagi ke Papa. Beliau hanya mengingatkan saya untuk tidak lupa shalat dan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan nilai-nilai yang baik agar beasiswa tidak dicabut. Dari apa yang dialami Ibu, saya belajar untuk tidak dengan mudah mempercayai orang lain. Ibu orang baik dan hampir tidak pernah berprasangka buruk. Tapi sepertinya kebaikannya justru dimanfaatkan untuk kepentingan orang lain.</p>
<p>Ibu dituduh terlibat dalam pencairan beberapa kredit bermasalah, yang disebut sebagai “kredit komando” karena bisa cair tanpa melalui prosedur yang seharusnya. Beberapa kredit cair tanpa ditandatangani oleh Ibu sebelumnya. Padahal, seharusnya semua kredit baru bisa cair setelah ditandatangani oleh beliau yang menjabat sebagai Kepala Divisi Corporate Legal. Ya, tidak masuk akal.</p>
<p>“Kredit komando” ini terjadi atas perintah dua orang yang mungkin sudah familiar bagi orang-orang yang mengikuti kasus Century melalui berita, Robert Tantular dan Hermanus Hasan Muslim. Dua orang ini sudah ditahan dan seharusnya, menurut saya, kasusnya sudah selesai. Ibu dulu hanya menjadi saksi dalam kasus mereka berdua, karena kredit-kredit tersebut cair karena perintah mereka, bukan Ibu. Bahkan tandatangan Ibu pun “dilangkahi”. Pertanyaan saya, mengapa Ibu dijadikan tersangka? Nonsens.</p>
<p>Oleh karena itulah, saya optimis. Saya tahu bahwa Ibu tidak bersalah, walaupun saya ‘awam’ dalam dunia hukum perbankan. Saya selalu berkata kepada Ibu bahwa semua akan baik-baik saja, karena itulah yang saya percayai, bahwa negara ini (seharusnya) melindungi mereka yang tidak bersalah, bahwa negara ini adalah negara hukum.</p>
<p>Sampai akhirnya, pada tanggal 25 Januari 2011, sehari sebelum saya ujian Introduction to Financial Accounting, saya harus menerima sesuatu yang, sedikit-banyak, menghancurkan mimpi yang telah saya bangun bertahun-tahun, dalam sekejap.</p>
<p>Hari itu seharusnya menjadi hari yang biasa-biasa saja. Ujian hari itu bisa saya kerjakan dengan baik. Saya pulang cepat dari kampus, tidur siang, bangun dan menonton televisi. Ibu pulang malam. Status BBM salah seorang tante berisi: “Deep sorrow, Arga”. (Nama Ibu adalah Arga Tirta Kirana). Saat itu, untuk sejenak, saya tidak mau tahu apa yang terjadi. Hari itu, Ibu dan Papa pergi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mendengar pembacaan tuntutan.</p>
<p>Ibu dituntut kurungan 10 tahun penjara dan denda sebesar 10 milyar Rupiah.</p>
<p>Sesak nafas. Yang terasa cuma airmata yang tidak berhenti.</p>
<p>Mungkin, ini cuma mimpi buruk… Mungkin, ketika terbangun, ternyata kasus ini sudah berakhir, dan saya bisa menjalani hidup yang “biasa” lagi dengan Ibu, Papa, dan dua adik-adik yang masih kecil. Walau hidup kami tidak mewah, tapi bahagia. Tidak harus ada sidang, tidak harus ada penyidikan di Bareskrim, tidak harus ada pulang larut karena harus ke kantor pengacara, tidak harus melewatkan makan malam yang biasanya dinikmati bersama-sama. Saya kangen Ibu masak di rumah: pudding roti, spaghetti, roast chicken, sop buntut, apapun. Saya kangen pergi ke luar kota, walau cuma ke Bogor, bersama keluarga. Hal-hal kecil yang sudah tidak bisa kami nikmati lagi. Kalau ini hanya mimpi buruk, saya mau cepat-cepat bangun.</p>
<p>Mungkin saya tidak sepintar banyak orang di luar sana, terutama para ahli hukum: mulai dari hakim, jaksa, sampai pengacara maupun notaris. Saya tiga kali mencoba untuk diterima di FHUI, dan tiga kali gagal. Tapi, saya bisa menilai bahwa tuntutan yang diajukan itu tidak masuk di akal.</p>
<p>Gayus – kita semua tahu kasusnya, kekayaannya, kontroversinya – divonis 7 tahun penjara dan denda 300 juta. Robert Tantular dituntut hukuman penjara selama 8 tahun dan Hermanus Hasan Muslim dituntut hukuman penjara selama 6 tahun dari PN Jakarta Pusat. Lalu, mengapa Ibu 10 tahun? Setolol dan seaneh apapun saya, saya cukup waras untuk tidak sanggup mengerti konsep tersebut menggunakan nalar dan logika saya. Apakah karena keluarga kami tidak memiliki uang? Ataukah karena Ibu justru terlalu baik?</p>
<p>Ini negara yang saya dulu percayai, negara yang katanya berlandaskan hukum. Atas nama Indonesia, saya dulu pergi ke forum internasional Global Changemakers. Atas nama Indonesia, saya mengikuti summer course di Montana. Untuk Indonesia, saya memiliki ide dan mengajak teman-teman menyelenggarakan Indonesian Youth Conference 2010. Indonesia yang sama yang membiarkan ketidakadilan menggerogoti penduduknya. Indonesia yang sama yang membiarkan siapapun mengkambinghitamkan orang lain ketika berbuat kesalahan, selama ada uang. Indonesia yang sama yang menghancurkan mimpi-mimpi saya.</p>
<p>“Apa yang Alanda ingin lakukan sepuluh tahun lagi?”</p>
<p>Sebelumnya saya tahu, saya punya begitu banyak mimpi yang ingin dicapai, untuk membuat Ibu bangga, dan – mungkin – untuk Indonesia. Ingin mendirikan sekolah supaya pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik, ingin menyelenggarakan IYC terus menerus agar ada banyak agen perubahan di Indonesia, ingin ini dan ingin itu. Keinginan-keinginan itu mati tanpa diminta. Sekarang hanya ingin Ibu bebas dari seluruh kasus tersebut. Sekarang hanya ingin hidup bahagia bersama Ibu, Papa, dan adik-adik – di rumah kami yang tidak besar tapi cukup nyaman; jalan-jalan dengan mobil yang tidak mahal tapi bisa membawa kami pergi ke tempat-tempat menyenangkan.</p>
<p>Saya mau ada Ibu di ulangtahun saya yang keduapuluh, dua minggu lagi. Saya mau ada Ibu di peluncuran buku saya – seperti biasanya. Saya mau ada Ibu waktu nanti saya lulus dan diwisuda. Saya mau ada Ibu ketika saya suatu hari nanti menikah. Saya mau ada Ibu ketika saya hamil dan melahirkan anak-anak saya.</p>
<p>Uang, politik, hukum yang ada di negara ini menghancurkan bayangan saya tentang hal itu. Mungkin selamanya pilar-pilar hukum hanya akan mempermasalahkan kredit-kredit macet, menjebloskan orang-orang ‘kecil’ ke penjara tanpa bukti dan analisa yang komprehensif (maupun putusan yang masuk di akal), bukan 6,7T yang entah ada di mana saat ini. Mungkin hal-hal seperti ini yang membuat pemuda-pemuda optimis berhenti berkarya untuk Indonesia. Mungkin hal-hal seperti ini yang membuat individu-individu brilian memilih untuk tinggal dan berkarya bagi negara lain… agar keluarga mereka tetap utuh. Supaya mereka tidak harus menghadapi ketidakadilan yang menjijikan seperti ini.</p>
<p>Saya mau Ibu ada di rumah, Indonesia. Tidak di penjara, tidak di tempat lain, tapi di rumah, bersama saya, Papa, Aisya, dan Fara.</p>
<p>Hari Kamis, Ibu akan membacakan pledooi (pembelaan) di PN Jakarta Pusat. Ibu akan menceritakan seluruh kejadian yang beliau alami dan mengapa seharusnya beliau tidak mengalami tuduhan apalagi tuntutan ini.</p>
<p>Saya mohon doanya buat Ibu, walau mungkin Anda tidak pernah mengenalnya. Ia berjasa besar bagi saya, dan saya yakin, bagi banyak orang di luar sana. Beliau membutuhkan doa, dukungan, dan bantuan dari banyak orang.</p>
<p>Even if I have to let Indonesian Youth Conference go, even if I have to work hard 24/7 to live without having to ask for allowances from my mother… I’m willing to do so.</p>
<p>I just want her to stay with me… instead of behind those scary bars. I just want her to witness everything that I will achieve in the future. I just want her to see my little sisters grow up, beautifully. I just want her to always be there around the dining table, and we’ll have dinner together. I just want her to cook again for the whole family on Sunday mornings. I just want her to let me drive for her when she has to go somewhere. I just want her to listen to my stories about my boyfriend, my friend, campus life, or silly little things. I just want her here… Here.</p>
<p>I love you, Mum. I do…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/230/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/230/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=230&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/02/08/indonesia-yg-belum-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kesalahan yang sama..</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/02/04/kesalahan-yang-sama/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/02/04/kesalahan-yang-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 14:09:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[sajak2 gombal]]></category>
		<category><![CDATA[perenungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://acilo.wordpress.com/2011/02/04/kesalahan-yang-sama/</guid>
		<description><![CDATA[Untuk kesekian kali, lagi dan lagi Terlalu sering jadinya Itikad baik yg berujung pahit Mungkin pahit seperti jamu Ada jahe, kunyit Ada bratawali, ada koneng Pastilah berkhasiat kalo diminum Ingin jamu yang manis? Namanya jamu anak-anak.. Usah sesal lagi Tiada ku tolak anugerah ini, dan.. Aku tidak menganggapmu rendah, sungguh.. Yakin ku smua akan terjawab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=226&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://acilo.files.wordpress.com/2011/02/alat-peraga.jpg"><img class="size-full alignleft" style="border:1px solid black;" title="uti" src="http://acilo.files.wordpress.com/2011/02/alat-peraga.jpg?w=250&#038;h=150" alt="" width="250" height="150" /></a></p>
<p>Untuk kesekian kali, lagi dan lagi<br />
Terlalu sering jadinya<br />
Itikad baik yg berujung pahit</p>
<p>Mungkin pahit seperti jamu<br />
Ada jahe, kunyit<br />
Ada bratawali, ada koneng<br />
Pastilah berkhasiat kalo diminum<br />
Ingin jamu yang manis?<br />
Namanya jamu anak-anak..</p>
<p>Usah sesal lagi<br />
Tiada ku tolak anugerah ini, dan..<br />
Aku tidak menganggapmu rendah, sungguh..</p>
<p>Yakin ku smua akan terjawab<br />
Adakah yg lebih baik? Insya Allahh..</p>
<p>*sahabat maafkan aku..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=226&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/02/04/kesalahan-yang-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2011/02/alat-peraga.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">uti</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inherited Love..</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2011/02/04/inherited-love/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2011/02/04/inherited-love/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 00:55:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://acilo.wordpress.com/2011/02/04/inherited-love/</guid>
		<description><![CDATA[Suatu siang di jakarta. Berkeliling dengan sepeda motor untuk tugas kantor bertemu klien. Di luar udara berawan, tidak panas namun lumayan macet. Meluncur ke kuningan seperti biasa melalui ratusan mobil yang merayap. Tiba-tiba perasaan hangat menyelimuti. Kenapa siang ini nyaman sekali ya bepergian dari kantor ke kantor klien? Hangat, comfort dan merasa terlindungi. Ternyata.. Si [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=223&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://acilo.files.wordpress.com/2011/02/capture10_30_9.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://acilo.files.wordpress.com/2011/02/capture10_30_9.jpg?w=320&#038;h=240" alt="" title="Dad" width="320" height="240" /></a></p>
<p>Suatu siang di jakarta. Berkeliling dengan sepeda motor untuk tugas kantor bertemu klien. Di luar udara berawan, tidak panas namun lumayan macet. Meluncur ke kuningan seperti biasa melalui ratusan mobil yang merayap. Tiba-tiba perasaan hangat menyelimuti. Kenapa siang ini nyaman sekali ya bepergian dari kantor ke kantor klien? Hangat, comfort dan merasa terlindungi. Ternyata.. Si jaket lah penyebabnya, kerahnya tinggi sampe leher hampir ke mulut. Kulit nya tebal, dalamnya empuk tapi ga bikin gerah. Ini kan jaket Papap <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tiba tiba jadi ingat sang empunya jaket. Thank you dad. Kasih mu sampai. Sayangmu sampai. Dan untuk smua ayah yg melindungi dan berjuang di dunia untuk keluarganya. Pap, I Heart U..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=223&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2011/02/04/inherited-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2011/02/capture10_30_9.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sabar.. (akan selalu) berbuah manis..?</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2010/09/14/sabar-akan-selalu-berbuah-manis/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2010/09/14/sabar-akan-selalu-berbuah-manis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Sep 2010 17:37:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[kamus cilo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acilo.wordpress.com/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[-Patience is a Virtue- Sabar sering dikaitkan dengan keadaan nerimo, dan pasrah. Benarkah seperti itu? Apakah orang sabar tidak dapat bereaksi? Betulkah sabar ada batasnya? Mari kita lihat dulu definisi sabar menurut  shvoong.com setidaknya ada 7. Diantaranya adalah sebagai berikut : 1). Sabar adalah menunda respons, tidak langsung nyambar. Ini juga kunci dari kecerdasan emosi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=218&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://acilo.files.wordpress.com/2010/09/seek-patience.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-219" title="seek patience" src="http://acilo.files.wordpress.com/2010/09/seek-patience.jpg?w=315&#038;h=210" alt="" width="315" height="210" /></a>-Patience is a Virtue-</p>
<p>Sabar sering dikaitkan dengan keadaan <em>nerimo</em>, dan pasrah. Benarkah seperti itu? Apakah orang sabar tidak dapat bereaksi? Betulkah sabar ada batasnya?</p>
<p>Mari kita lihat dulu definisi sabar menurut  shvoong.com setidaknya ada 7. Diantaranya adalah sebagai berikut :</p>
<p>1). Sabar adalah <strong>menunda respons</strong>, tidak langsung nyambar. Ini juga kunci dari kecerdasan emosi. Stimulus yang masuk ke thalamus untuk masuk neokortex butuh waktu sekitar 6 detik. Kalau belum 6 detik akan dibajak oleh amikdala ( pusat emosi di otak )</p>
<p>2).  Sabar adalah <strong>menyatukan badan dan pikiran di satu tempat</strong><strong>.</strong></p>
<p>3). <strong>Sabar yaitu kata kerja aktif</strong> bukan pasif. Sabar sangat cocok dalam dunia bisnis, <strong>sabar itu aktif</strong> bukan berdiam diri dan dilakukan sampai berhasil. Ketika ada stimulus, jangan langsung dikasih respons kita pause dulu terutama pada stimulus yang berbahaya, yang menyebabkan kita marah. Rumusnya adalah SPP : STOP, PIKIR, PILIH .</p>
<p>4). Sabar adalah <strong>menyesuaikan tempo kita dengan tempo orang lain</strong><strong>.</strong></p>
<p>5). Sabar adalah <strong>menikmati prosesnya tanpa terganggu hasil akhir</strong>. <span style="text-decoration:underline;">Orang yang sabar adalah orang yang menjalani prosesnya</span>. Yang lebih nikmat dalam hidup ini adalah prosesnya bukan hasilnya. Jangan terpaku pada hasil, karena hasil itu di luar kita, itu adalah urusan Tuhan. Sabar jangan hanya saat susah tapi saat senang juga. Orang sabar pasti kaya, minimal kaya bathin.</p>
<p>6). Sabar adalah <strong>hidup selaras dengan hukum alam</strong>, bisa jalan sesuai dengan tarian alam semesta, ritme alam semesta. Kalau kita grusa &#8211; grusu yang harus dilakukan adalah DUDUK MEDITASI ( selama kurang lebih 10 menit ) fokuskan pada nafas kita.</p>
<p>7). Sabar yakni <strong>melakukan SATU HAL  DI SATU WAKTU</strong>.</p>
<p>Dari definisi tadi, penjabaran kata “Sabar” justru memiliki makna aktif. Favorit saya yang nomor 5, Sabar adalah <span style="text-decoration:underline;">menikmati</span> proses. Susah senang, sukses gagal, its just a matter of universal ritme. Orientasi pada target haruslah maksimal, dan harus diselaraskan dengan kenikmatan saat menjalaninya. Sayang sumber dari shvoong ini tidak dijelaskan asalnya. Sabar menurut saya tidak berbatas, tergantung kadar kesabaran tiap2 pribadi.</p>
<p>Dan Saya sungguh menyaksikan buah kesabaran memang benar-benar manis. Hal-hal manis sehari-hari saja misalnya, menabung, belajar dengan giat, beribadah dengan tekun, dll. Kalo bisa ngamalin ketujuh2 yg diatas.. beuh, top markotop. Dijamin hidup tambah barokah (berkah). Setidaknya itu dijanjikan dalam kitab pegangan muslim yaitu Al-Quran yang merupakan wahyu 4JJI</p>
<p><em>…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.</em>” (QS. Ar-Ra’d [13]:23-24)</p>
<p>Sabar menurut bahasa artinya mengekang. Bentuk kesabaran ini (non fisik) beraneka macam yang disebutkan dalam Al-Quran :</p>
<ol>
<li>Jika berbentuk sabar (menahan) dari syahwat perut dan kemaluan disebut <strong>iffah</strong></li>
<li>Jika di dalam musibah, secara singkat disebut <strong>sabar</strong>, kebalikannya adalah <strong>keluh kesah</strong>.</li>
<li>Jika sabar di dalam kondisi serba berkucukupan disebut <strong>mengendalikan nafsu</strong>, kebalikannya adalah kondisi yang disebut <strong>sombong</strong> (<strong>al-bathr</strong>)</li>
<li>Jika sabar di dalam peperangan dan pertempuran disebut <strong>syaja’ah</strong> (<strong>berani</strong>), kebalikannya adalah al-<strong>jubnu</strong> (<strong>pengecut</strong>)</li>
<li>Jika sabar di dalam mengekang kemarahan disebut lemah <strong>lembut</strong> (<strong>al-hilmu</strong>), kebalikannya adalah <strong>tadzammur</strong> (<strong>emosional</strong>)</li>
<li>Jika sabar dalam menyimpan perkataan disebut <strong>katum</strong> (<strong>penyimpan rahasia</strong>)</li>
<li>Jika sabar dari kelebihan disebut zuhud, kebalikannya adalah <strong>al-hirshu</strong> (<strong>serakah</strong>)</li>
</ol>
<p>Subhanallah, Wallahua’lam bishawab.</p>
<p>Nah, begitulah sedikit tentang sabar yang berbuah manis nis nis. Bukan sabar yang nerimo2 saja J bagaimana menurutmu?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/218/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/218/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=218&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2010/09/14/sabar-akan-selalu-berbuah-manis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2010/09/seek-patience.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">seek patience</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Kutunggu..</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2010/07/30/yang-kutunggu/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2010/07/30/yang-kutunggu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 02:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[songs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acilo.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[This is a very beautiful song by one of Indonesian Diva. She has traveled across the world long time ago, and her famous born since then. When Love has come and go. I choose to wait. For a moment till it comes again. In Faith I believe. Enjoy the lyric Yang Kutunggu by: Anggun Lelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=212&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://acilo.files.wordpress.com/2010/07/waiting-for-love1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-214" title="waiting for love" src="http://acilo.files.wordpress.com/2010/07/waiting-for-love1.jpg?w=315&#038;h=184" alt="" width="315" height="184" /></a></p>
<p>This is a very beautiful song by one of Indonesian Diva. She has traveled across the world long time ago, and her famous born since then. When Love has come and go. I choose to wait. For a moment till it comes again. In Faith I believe. Enjoy the lyric <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Yang Kutunggu</p>
<p>by: Anggun</p>
<p>Lelah ku berjalan menelusuri hari</p>
<p>menunggu sesuatu ’tuk melupakanmu</p>
<p>wajah-wajah telah datang dan telah pergi</p>
<p>tetap ku sendiri dan merindukanmu</p>
<p>ku ingin mengerti tunggu rasa itu bisa terhenti</p>
<p>reff:	yang aku tunggu</p>
<p>masih kucari</p>
<p>yang aku tunggu</p>
<p>’tuk hilangkan rasa sepi</p>
<p>‘kan aku tunggu datangnya hari</p>
<p>‘ku kan menunggu saatnya jatuh cinta lagi</p>
<p>kulihat wajahmu di bayang embun pagi</p>
<p>ku dengar suaramu di hembusan bayu</p>
<p>mungkinkah kembali hati yang telah pergi</p>
<p>mekarkah kembali bunga yang telah layu</p>
<p>‘kan ku coba mengerti</p>
<p>bahwa rasa itu bisa berganti</p>
<p>repeat reff reff2:</p>
<p>‘kan ku tunggu, masih percaya</p>
<p>aku menunggu rasa itu pasti ’kan tiba</p>
<p>‘kan aku tunggu takkan berhenti</p>
<p>‘ku kan menunggu saatnya jatuh cinta lagi</p>
<p>jangan lepas lagi jangan sampai hilang nanti</p>
<p>aku akan tiba nanti pasti datang</p>
<p>‘ku ’kan menunggu&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=212&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2010/07/30/yang-kutunggu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2010/07/waiting-for-love1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">waiting for love</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Jabulani (1)</title>
		<link>http://acilo.wordpress.com/2010/06/29/kisah-jabulani-1/</link>
		<comments>http://acilo.wordpress.com/2010/06/29/kisah-jabulani-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 14:16:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>acilo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[Football mania]]></category>
		<category><![CDATA[Tahukah Anda?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://acilo.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[﻿ Benua Afrika Berpesta! Pesta bola! Demam Bola! Bahkan Obama pun bawa2 WC (World Cup) ke G20 hehe. Tentunya even ini akan abadi sepanjang masa. Selalu diingat, dikenang. Yang menarik di WC2010 kali ini direpresentasikan betul oleh Jabulani sang pembawa kebahagiaan untuk semua (kira2 begitu artinya di bahasa Afrika). Pergerakannya liar tak terduga, begitu ditendang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=207&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">﻿<a href="http://acilo.files.wordpress.com/2010/06/jabulani_b.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-210" title="jabulani_b" src="http://acilo.files.wordpress.com/2010/06/jabulani_b.png?w=315&#038;h=183" alt="" width="315" height="183" /></a></p>
<p>Benua Afrika Berpesta! Pesta bola! Demam Bola! Bahkan Obama pun bawa2 WC (World Cup) ke G20 hehe. Tentunya even ini akan abadi sepanjang masa. Selalu diingat, dikenang. Yang menarik di WC2010 kali ini direpresentasikan betul oleh Jabulani sang <em>pembawa kebahagiaan untuk semua</em> (kira2 begitu artinya di bahasa Afrika).</p>
<p>Pergerakannya <em>liar</em> tak terduga, begitu ditendang sekenceng2nya bola itu melesat dan kemudian seolah bisa punya arah sendiri. Itu kesan pertama saya pada Jabulani (meski belum pernah nyoba nendang langsung) J. Soalnya, bola resmi pabrikan Adidas untuk WC2010 ini menuai banyak kritik awalnya karena sulit dikendalikan oleh pemain maupun kiper saat uji coba.</p>
<p>Well, Itu kayaknya dah rahasia umum. Saking bagusnya kali yak? Hehe, Selain itu saya perhatikan sepak-an para penendang termahsyur banyak yang meleset dan melambung ke atas mistar gawang. Kayaknya Jabulani itu bola yang sangat ringan. Padahal ga beda jauh ama standar FIFA paling beda 10 gram.</p>
<p>Nah, Yang kerennya lagi, gerak <em>liar</em> tak terduganya Jabulani juga seolah mewakili penampilan negara-negara peserta WC, setidaknya hingga putaran awal penyisihan berakhir. Banyak banget hasil-hasil tak terduga yang bikin naik turun emosi J.  Itu salah satu yang bakal dikenang di WC 2010 ini. Nih listnya:</p>
<ul>
<li>Jerman yang tadinya menang mudah lawan the socceroos (4-2) malah kalah dari serbia (0-1).</li>
<li>saya sempat berharap pada Kor-Sel sebagai wakil asia yang berhasil menaklukan (2:0) Yunani sang juara eropa 2004 namun kemudian dibantai Argentina (1-4)L</li>
<li>Lalu Spanyol yang kalah oleh Swiss (0-1). Padahal swiss dikepung abis2an. Permainan spanyol juga sangat baik dengan speed dan umpan2 terukurnya.</li>
<li>Inggris ditahan Amerika karena kesalahan antisipasi kiper (1-1). Rupanya kutukan itu belum hilang :p</li>
<li>Amerika yang ditahan Slovenia (1-1)padahal pernah menang lawan Spanyol di piala konfederasi</li>
<li>Meksiko yang menahan tuan rumah dan menang atas Prancis (2-0), bahkan Brasil sempat keteteran oleh Korea-Utara (2-1).</li>
<li>Italy yang kalah sama Slowakia (0-1). Edunlahh Slowakia. Ga nyangkaaaa. Perasaan <em>Catenaccio</em> milik Italy tapi Slowakia bisa bermain terbuka dan malah balik mengurung italy. Di WC kali ini Prancis dan Italy bikin sensai pulang kampung duluan.</li>
</ul>
<p><em>To be continued..</em></p>
<p><em>*picture source</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/acilo.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/acilo.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=acilo.wordpress.com&amp;blog=2452225&amp;post=207&amp;subd=acilo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://acilo.wordpress.com/2010/06/29/kisah-jabulani-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/365370cd7ffc249ca309ae3550f5a747?s=96&#38;d=monsterid" medium="image">
			<media:title type="html">acilo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://acilo.files.wordpress.com/2010/06/jabulani_b.png" medium="image">
			<media:title type="html">jabulani_b</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
