Catatan Sang Ketua Muda (1)

15 03 2009

Setelah dua kali menjadi anggota KPPS, masing masing Pilgub (2004) dan Pilkot (2008), akhirnya si Cilo secara resmi dilantik menjadi ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) petang ini di kelurahan Pakemitan oleh ketua PPS.

Pemilu kali ini boleh dibilang merupakan pengalaman pertamanya menjadi ketua dan sekaligus pertama kalinya metoda memilihnya dirubah. Yaitu bukan lagi mencoblos tetapi mencontreng atau mencurek atau mencentang atau mencakra atau apapun istilah lainnya. Dengan perubahan itu tentunya pemilu kali ini menjadi tidak biasa, dan berbuntut panjang. Sebuah tantangan dan amanah tersendiri, mengandung tanggung jawab yang besar.

Mengapa? Ini gambaran kecilnya. Dengan jumlah kartu suara 4 buah, 3 diantaranya selebar kertas koran, dan pilihan yang banyak, pemilih tentu akan cukup lama memilih. Jika rata2 per orang 3 menit maka jika jumlah pemilih 200 orang saja akan menghabiskan waktu 600 menit atau 10 jam. Kalo mulai jam tujuh pagi berarti baru kelar jam 5 sore?? Humm.. beneran nih?? Belum termasuk ngitung suara, belum kalo ada keberatan, mengisi buku acara, dll.

Apalagi si Cilo merupakan ketua KPPS termuda :) , ia membaca sumpah pelantikan diantara bapak2 paruh baya yang terlihat sarat pengalaman. Ia sedikit merasa tak pantas berada di sana. Namun harus bagaimana lagi? Selain ingin menjajal kemampuannya, betul juga apa yang dibilang pak lurah Achmad Saepudin, “Kitalah yang terdekat dengan warga, kitalah tokoh2 dalam masyarakat yang dipercayai mampu melaksanakan tugas ini, kalau bukan kita lantas siapa lagi?” semangat si Cilo terbakar. “Semoga panggilan ini dapat kita tuntaskan dengan maksimal, dan pengabdian kita bagi negara ini dicatat menjadi amal shaleh”. Kata-kata itulah yang Cilo tunggu. Tabungan amal yang dia percaya mampu menolongnya dari malapetaka di dunia dan akhirat suatu saat kelak.

Terakhir, ketua PPK Cinambo juga mengingatkan kesepuluh ketua KPPS terpilih untuk:

1. Membaca, mengingat, dan memahami aturan penyelenggaraan pemilu.

2. Persiapan logistik (tenda, bangku, meja, kursi dll) jangan mendadak.

3. Rapat koordinasi dengan anggota KPPS.

4. Sosialisasi dengan warga dalam kesempatan apapun (arisan, rapat RW, koperasi, dll)

5. Lakukan pemilihan sesuai prosedur, kerja cepat, tepat dan cermat (tambahan pan. was.)

6. Waspadai pihak2 yang ingin mencoba mengganggu jalannya pemilu.

Dengan bekal ini, si Cilo berharap dia mampu menjalankan tugasnya. Mari kita doa kan si cilo :)





One Beautiful morning..

10 03 2009

Pagi ini sungguh aneh. dan langka. Sudah lama Bandung tak berkabut seperti ini. Dulu hampir tiap hari seperti ini, namun entah sejak kapan dia enggan nampak lagi.


Kabut menyelimuti Bandung sejak subuh. Di jalan, di Pasoepati, jarak pandang cukup terbatas. Hingga aku tiba di ITB pun dia belum beranjak. Dia lekat menyelimuti pagi yang indah ini. Akupun kian menikmati suasana ini dengan jaket dan kuplukku (tidak sia-sia dibawa sepanjang waktu :p).

ITB ternyata telah selesai berbenah seusai Dies Emasnya. Tidak nampak lagi bekas stand-stand, panggung, gajah dan roket dari bambu yang keren itu. Semua sudah rapih. Akupun bergegas menuju Salman untuk sarapan dan segelas coklat hangat. Yumm.. nampak ritual menyambut kabut yang menyenangkan, bikin kenyang dan hangat badan. Beberapa orang juga menyapaku ramah, menambah rasa syukurku atas kabut yang dingin di pagi ini.Ternyata kabut juga membawa arti tersendiri di pagi cerah ini.

Kabut ini masih enggan pergi. Hingga pukul 7 ia masih memeluk erat sang pagi. Namun sang Surya malu malu mulai menunjukkan dirinya. Bulatan kuning yang masih blur itu mulai menghangatkan bumi ITB. Meski sang kabut begitu mencintai sang pagi, namun sudah waktunya ia beranjak pergi. Sudah cukup waktu baginya memberi arti di pagi ini, sudah saatnya mentari muncul menggantikannya. Perlahan namun pasti, ia sirna.. namun kabut tetap akan datang lagi di pagi yang lain…

terima kasih kabut.. engkau memberiku pelajaran yang indah.

Mencintai mungkin bukan berarti selalu memberi dan ada..

Tapi juga untuk menghilang dan memberikan kesempatan pada yang lain..

di saat yang tepat..

Photo by Marlis