
Coba kau cubit pipi ini sekeras-kerasnya hingga memerah
Meski sakit dan membekas aku takkan protes apalagi membalas
Karena aku tau kini bahwa aku masih berpijak di bumi, bukan di surga
Didekatmu waktu serasa lambat
Tiada pernah ingin ku beranjak
Meski diam diantara kita,
hati kita bicara lebih gaduh dari bising jalan raya
hati kita lebih hangat dari api unggun
Tuhan,
Antara ada dan tiada
Antara mimpi dan kenyataan
Ikhlaskan aku dengan segalanya..
-05 dec 08, Bandung-
iya.
ikhlaskan saja.
gak ada yang lebih berharga dan layak dilakukan dibanding ikhlas… ^ ^
*bahasan dan asumsi gw kira2 sama gak siy dengan bahasan lu? hehehe…
cuy, eta poto ti mana euy? mun meunang ti sasaha nyarios atuh. meh teu disangka ngabajak. hahak…
cil… ko belakangan aku ‘lupa’ cara bermimpi ya? hehe, hidup serius! :p
*parah nih…